Cerita Menkes: Banyak Pasien Jantung Dipasang Ring Padahal Belum Butuh -Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan fenomena mengkhawatirkan dalam praktik medis jantung di Indonesia. Banyak pasien jantung koroner menjalani pemasangan ring (stent) padahal kondisi mereka belum membutuhkan tindakan tersebut .

Indikasi Pemasangan Ring Jantung yang Seharusnya

Dalam praktik medis yang benar, pemasangan ring jantung harus didasarkan pada indikator klinis yang jelas. Dokter perlu melakukan pemeriksaan Fractional Flow Reserve (FFR) terlebih dahulu untuk mengukur aliran darah di pembuluh jantung .

Standar medis yang berlaku menetapkan:

  • Sumbatan di bawah 70 persen: Pasien umumnya belum memerlukan pemasangan ring

  • Sumbatan melebihi 80 persen: Tindakan pemasangan ring baru direkomendasikan

Menkes Budi menilai ketentuan ini belum sepenuhnya diterapkan di lapangan. Akibatnya, BPJS Kesehatan tetap harus menanggung biaya tindakan yang sebenarnya bisa dihindari .

Risiko Pemasangan Ring yang Tidak Perlu

Direktur Utama BPJS Kesehatan, dr. Prihati Pujowaskito, yang juga seorang ahli jantung, memperingatkan situs slot demo bahaya pemasangan ring tanpa indikasi yang jelas .

“Poinnya adalah bila diperlukan dalam serangan jantung, segera dipasang, jangan ditunda-tunda. Tapi kalau belum waktunya, jangan mudah mau dipasang, karena bisa menimbulkan komplikasi dan malah lebih cepat rusak,” tegasnya .

Risiko yang dapat timbul dari pemasangan ring yang tidak tepat antara lain:

  • Pembekuan darah (stent thrombosis) pada ring yang dipasang

  • Penyempitan kembali (restenosis) akibat pertumbuhan jaringan parut berlebihan

  • Komplikasi perdarahan atau infeksi di area pemasangan kateter

Langkah Pemerintah: Revisi Pedoman Medis

Merespons temuan ini, Kementerian Kesehatan bersama BPJS Kesehatan sepakat melakukan revisi terhadap Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK), khususnya terkait prosedur pemasangan ring jantung .

“Kita sudah sepakat. Akhir Mei nanti akan dilakukan penandatanganan agar semua ini bisa diselesaikan, termasuk penyesuaian aturan indikasi medisnya,” ujar Budi .

Dengan revisi pedoman ini, pemerintah berharap penggunaan alat kesehatan menjadi lebih tepat guna. Selain judi bola itu, keberlanjutan pembiayaan dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional juga tetap terjaga .

Yang Terpenting: Pemasangan ring jantung yang tidak tepat indikasi tidak hanya membebani biaya kesehatan, tetapi juga berisiko membahayakan keselamatan pasien itu sendiri. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah menerima tindakan pemasangan ring tanpa pertimbangan medis yang matang .